Penyakit Vitiligo : Jenis, Gejala, Penyebab, Obat Alami, dan Pencegahannya

vitiligo

Vitiligo merupakan penyakit yang menyebabkan hilangnya warna kulit.

Seberapa luasnya vitiligo dapat menyerang kulit seseorang dan seberapa parah hilangnya warna kulit sangat bervariasi dan tidak dapat diprediksikan.

Vitiligo dapat menyerang bagian kulit manapun di tubuh, dan tidak menutup kemungkinan dapat mengenai rambut, bagian dalam mulut, dan bahkan mata.

Pada kondisi normal, warna kulit, rambut, dan mata ditentukan oleh suatu pigmen yang disebut melanin.
Pada vitiligo, sel-sel yang membentuk melanin berhenti berfungsi atau mati. Maka dari itu, terbentuklah bercak-bercak putih pada kulit akibat melanin tidak mampu memproduksi warna kulit.
Vitiligo merupakan penyakit jangka panjang dapat terjadi pada segala usia, tapi sebagian besar dialami sebelum pengidap berusia 20 tahun.
Meskipun vitiligo dapat menyerang orang dengan berbagai jenis dan warna kulit, gejalanya mungkin akan tampak lebih jelas pada orang dengan kulit hitam.
Vitiligo juga terbagi ke dalam dua kategori, yaitu vitiligo menyeluruh yang menyerang kedua sisi tubuh dan vitiligo yang hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu atau salah satu sisi tubuh saja.
Jenis yang paling umum adalah vitiligo menyeluruh dengan jumlah pengidap yang diperkirakan sekitar 90 persen.
Meskipun tidak menular dan tidak berbahaya, vitiligo dapat membuat penderitanya merasa kurang percaya diri dan stres.
Pengobatan vitiligo hanya bertujuan untuk memperbaiki penampilan kulit, namun tidak dapat menyembuhkan penyakit.
Komplikasi Vitiligo
Sekalipun tampak aman-aman saja dan tidaklah mematikan, ada juga komplikasi yang dapat dialami oleh seorang penderita vitiligo.

Berikut adalah komplikasi-komplikasi atau peningkatan risiki vitiligo yang kiranya bisa diketahui dan diwaspadai:
a.   Pendengaran mulai terkena gangguan.
b.   Peradangan pada iris mata sehingga penglihatan juga terganggu.
c.   Kanker kulit dikarenakan kulit kerap terbakar.
d.   Menderita psikologis atau sosial.
e.   Kulit gatal dan kering sebagai efek samping akibat pengobatan.

Metode Diagnosis Vitiligo
Untuk mendapat informasi pasti akan apa yang terjadi dengan gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas serta penanganan dapat dilakukan secara benar di awal, gejala tersebut perlu didiagnosis.

Pada awal metode diagnosis, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan kita lebih dulu, baru setelah itu berlanjut ke pemeriksaan secara fisik sehingga akan mampu menyingkirkan gangguan medis lainnya, seperti adanya psoriasis atau dermatitis.

Untuk dapat menentukan ada tidaknya vitiligo pada tubuh kita, maka dokter akan memakai lampu khusus dengan sinar ultraviolet yang akan memeriksa kulit kita.

Biopsi dan tes darah juga termasuk dalam rangkaian diagnosis karena dokter perlu juga mengambil contoh kecil dari kulit yang diduga terkena vitiligo.

Setelah biopsi, masih ada proses tes darah yang perlu dijalani oleh pasien; darah akan diambil dan diperiksa di laboratorium.

Masih ada lagi beberapa tes lainnya yang nantinya akan disebutkan dan dianjurkan dokter apabila memang diperlukan.

Jika memang ada terdeteksi peradangan mata seperti uveitis, biasanya dokter akan menyarankan untuk pergi ke spesialias mata.

Kalau pendengaran sudah mulai bermasalah, maka dokter akan menganjurkan pasien untuk datang dan memeriksakan diri pada spesialis pendengaran atau audiolog.

Sebaiknya didiagnosa sedari awal sebelum komplikasi yang lebih serius dialami.

Terapi Vitiligo
Terapi adalah sebuah teknologi penyembuhan alternatif yang bisa digunakan dalam mengatasi vitiligo, penyembuhan alternatif ini biasanya sangat digemari oleh masyarakat indonesia karena tidak memiliki efek samping dan lebih aman dari pengobatan medis.

Metode pengobatan vitiligo dengan terapi biasanya dilakukan dengan Fototerapi, terapi laser, dan juga terapi vitiligo.

A.  Jenis Vitiligo

Vitiligo terbagimenjadi dua klasifikasi, yakni vitiligo segmental (SV) dan vitiligo non-segmental (NSV). NSV adalah jenis vitiligo yang paling sering muncul.

1.   Non-Segmental Vitiligo (NSV)
Pada vitiligo non-segmental (NSV) biasanya terdapat beberapa bentuk yang simetri di lokasi bercak depigmentasi.

Bercak depigmentasi baru akan muncul seiring dari waktu ke waktu dan terkadang lebih besar pada bagian tubuh tertentu.

Vitiligo dimana kulit yang berpigmen areanya lebih sedikit disebut sebagai vitiligo universalis.

NSV dapat terjadi pada semua usia, tidak seperti vitiligo segmental yang jauh lebih sering terjadi pada usia remaja.

Beberapa jenis vitiligo non-segmental meliputi:
a.   Generalized Vitiligo: pola yang paling sering terjadi, area depigmentasi luas dan tersebar secara acak.
b.   Universal Vitiligo: area depigmentasi meliputi sebagian besar tubuh.
c.   Focal Vitiligo: satu atau beberapa makula depigmentasi tersebar di satu area, kondisi ini paling umum terjadi pada anak-anak.
d.   Acrofacial Vitiligo: depigmentasi terjadi pada jari dan area periorificial.
e.   Mukosa Vitiligo: depigmentasi hanya terjadi pada selaput lendir.

2.   Segmental Vitiligo (SV)
Pada vitiligo segmental (SV) penampilan, penyebab, dan prevalensinya berbeda. Pengobatannya pun adalah berbeda dari NSV.

Vitiligo segmental cenderung memengaruhi area kulit yang berhubungan dengan akar dorsal dari sumsum tulang belakang dan paling sering unilateral.

Vitiligo segmental dapat menyebar lebih cepat daripada NSV, namun lebih mudah merespon bila ditangani dengan pengobatan topikal.

B.  Gejala Penyakit Vitiligo

Beberapa gejala penyakit vitiligo, diantaranya :
1.   Warna Kulit Berubah
Kulit yang warnanya berubah sudah pasti adalah tanda utama dari vitiligo, apalagi kalau perubahan warnanya adalah menjadi putih di beberapa bagian kulit tubuh.

Warna tersebut akan tampak seperti panu karena kelihatan seperti bercak di kulit.

Kebanyakan orang tak mengira bahwa perubahan tersebut dikarenakan adanya kondisi vitiligo karena mereka mengira bahwa bercak tersebut menandakan adanya penyakit panu.

2.   Bercak Putih Meluas
Ukuran dari bercak yang muncul sebagai gejala vitiligo pun tidak selalu sama dan terbilang bervariasi, bahkan ada yang bisa sampai 1 inci.

Akan terjadi penyebaran pigmen yang hilang tersebut secara lebih meluas tapi tidak dalam bentuk yang teratur.

Banyak kasus juga menunjukkan bahwa seringkali vitiligo terjadi di kedua sisi tubuh seseorang dengan area yang hampir sama.

Walau tak mematikan, ada baiknya mulai memeriksakan diri ke dokter, apalagi kalau sudah diobati dengan obat panu tapi bercak tak kunjung hilang.

3.   Rambut Memutih Dini
Biasanya mungkin orang yang rambutnya mulai memutih adalah yang usianya sudah memasuki kepala 4 alias 40 tahunan.

Namun bagi mereka yang mengalami vitiligo pada usia muda, yaitu 20 tahun ke atas, rambut yang seharusnya belum ada tanda-tanda memutih akan terjadi pemutihan dini.

Proses ini akan terjadi pada rambut yang ada di kulit kepala, bulu mata, jenggot (bagi para laki-laki) dan juga bagian alis. S

ebelum menginjak usia 35 tahun bila mengalami hal ini, perlu dicurigai adanya tanda bahwa tubuh kita mengalami vitiligo, apalagi kalau ditambah dengan perubahan warna kulit.

4.   Perubahan Warna pada Lapisan dalam Retina
Bila merasakan adanya kejanggalan selain perubahan warna rambut dini serta warna kulit, yaitu seperti warna lapisan dalam retina atau bola mata yang berubah atau hilang, hal ini perlu untuk diwaspadai sebaik mungkin.

Kalau perlu bisa coba periksakan ke dokter kulit karena ini adalah salah satu ciri bahwa kita tengah mengidap vitiligo.

5.   Hilangnya Warna Jaringan Lapisan Hidung dan Mulut
Mungkin kalau kita hanya mengalami perubahan warna dan timbulnya bercak putih, kita akan mengira hal itu adalah tanda adanya panu.

Rambut memutih secara dini pun tak selalu menandakan adanya vitiligo. Tapi bila disertai dengan kehilangan warna jaringan lapisan selaput lendir bagian dalam hidung dan mulut, ini perlu dipertanyakan dan diperiksakan segera ke dokter spesialis kulit.

6.   Kadang Terasa Gatal
Pada umumnya memang bercak-bercak yang muncul pada kulit tidaklah terasa gatal, tapi ada juga beberapa kasus yang merasakan adanya gatal-gatal ketika bercak putih tersebut terkena sinar matahari.

Ketika bercak mulai terasa gatal dan tidak nyaman serta tak dapat diatasi dengan obat gatal-gatal, perlu untuk memeriksakannya karena takutnya akan terjadi komplikasi yang tidak diharapkan.

7.   Kulit Belang
Akibat dari adanya bercak-bercak yang muncul di kulit dengan warna yang lebih muda dari kulit kita, ini akan membuat kulit tampak belang-belang.

Pada tahap awal vitiligo atau tahap lokal, depigmentasi hanya di sebagian area saja, maka tentu ini menjadikan kulit sangat kelihatan tak merata atau bisa disebut dengan istilah belang.

Penting untuk diketahui bahwa secara umum vitiligo akan menyerang tubuh manusia dengan tiga pola, seperti di bawah ini:
a.   Lokal – Pada tahap ini, depigmentasi bakal terjadi secara terbatas di area tubuh tertentu saja.
b.   Segmental – Pada tahap ini, warna kulit yang hilang bakal terjadi di salah satu sisi tubuh saja.
c.   Menyeluruh – Pada tahap ini hilangnya pigmen akan menyebar menjadi lebih luas dan dapat dijumpai lebih banyak di tubuh kita.


C.  Penyebab Penyakit Vitiligo

Adapun penyebab dari vitiligo adalah:
1.   Riwayat Keluarga
Jika Anda memiliki anggota keluarga seperti orang tua atau lainnya yang mengidap vitiligo, maka bisa jadi Anda juga beresiko terkena vitiligo. Dari 5 kasus vitiligo, 1 di antaranya adalah faktor keturunan keluarga.

2.   Mengidap Penyakit Autoimun Lain
Beberapa kasus vitiligo bisanya dipengaruhi oleh penyakit lain seperti gejala diabetes, kelainan kelenjar tiroid (hipertiroidisme), dan penyakit addison.

3.   Faktor Emosional
Faktor emosional seperti tingkat stres yang tinggi bisa jadi menjadi salah satu faktor penyebab vitiligo.

4.   Kulit Mengalami Kerusakan
Kulit yang terkena vitiligo bisa jadi didorong karena sebelumnya kulit telah mengalami kerusakan seperti pengaruh paparan sinar matahari atau karena pengaruh penggunaan krim berbahan kimia tertentu. 

Orang-orang penderita vitiligo pastinya sudah mengetahui bahwa sel-sel pigmen kulit mereka tidak sempurna seperti orang-orang dengan kulit normal pada umumnya.

Warna pigmen yang tidak sempurna ini sering ditandai dengan warna kulit yang belang-belang dan tidak rata, warna kulit ini akan rentan mengalami kerusakan sel-sel pigmen dalam tubuh.
6.   Stress yang Berlebihan
Kondisi emosional seseorang dapat dikendalikan oleh dirinya sendiri. Kondisi emosional juga berhubungan dengan kejiwaan.

Seperti keadaan ketika mudah marah, bahagia yang berlebihan dan sedih yang tidak terkendali.

Tidak ada seseorang yang tidak mempunyai masalah dalam hidupnya, namun masalah tidak perlu dikendalikan dalam pemikiran yang berlarut-larut.

Pikirkan saja jalan keluar, jangan memikirkan dampak buruk atau hal-hal yang belum saja terjadi namun sudah dipikir berat-berat.

7.   Kulit Mengalami Kerusakan
Kulit yang rusak dapat menjadi penyebab datangnya penyakit ini. Dan penyebab kulit rusak sendiri karena paparan sinar matahari, kurang mengkonsumsi makanan sehat untuk kesehatan kulit, kurang minum cairan, pengaruh radikal bebas, dan merokok.

 Penggunaan krim atau handbody lotion berbahan kimia berbahaya juga berpotensi menyebabkan kulit menjadi rusak.

8.   Autotoxic (Zat Kimia)
Autotoxic atau sering disebut zat kimia allelopathy berasal dari tumbuhan mematikan yang menghambat pertumbuhan pada tumbuhan.

Secara logika, jika zat kimia ini berbahaya untuk tanaman maka akan sama berbahayanya juga untuk manusia.

Zat kimia autotoxic yang masuk ke dalam tubuh manusia akan merusak kualitas melanosit untuk memproduksi melanin. Sehingga akan timbul penyakit vitiligo pada tubuh anda.

9.   Kurang Mengkonsumsi Makanan Mengandung Vitamin C
Jika kita kurang mengkonsumsi vitamin C, maka akan menyebabkan kita terkena penyakit vitiligo.

Makanan yang mengandung vitamin C adalah jambu biji, kiwi, jeruk, strawberry, brokoli, tomat dan cabe.

Tidak susah untuk mendapatkannya, supermarket, minimarket dan pasar tradisional juga menyediakan makanan tersebut.

10.       Kekurangan Vitamin B12
Vitamin B12 juga dipercaya dapat menjaga kesehatan kulit, kuku dan rambut. Vitamin ini membantu proses regenerasi sel kulit baru menjadi lebih baik agar lebih sehat dan terawat.

Seseorang yang kurang mengkonsumsi vitamin ini maka dapat dipastikan tidak terjadi regenerasi pada kulitnya. Mungkin saja dapat teregenerasi, namun tidak sempurna.

Selain berdampak buruk pada kesehatan kulit, rokok juga menjadi pemicu terserapnya vitamin ini dan memicu kanker.

11.       Kekurangan Vitamin Penting yang Dibutuhkan Tubuh
Kulit kita membutuhkan banyak nutrisi agar kulit tetap sehat terawatt. Seperti vitamin C, vitamin B12 dan vitamin lainnya.

Kekurangan vitamin tersebut dapat menyebabkan anda mudah terserang penyakit vitiligo. Nutrisi yang dikandung pada vitamin E ternyata juga mampu menangkal radikal bebas penyebab vitiligo.

Tak hanya itu, petumbuhan rambut yang lebat juga dipengaruhi dengan konsumsi vitamin E secara tepat.

Mengkonsumsi vitamin E pun tidak boleh sembarangan, lebih baik dalam bentuk gel karena dapat mudah larut dalam lemak. Vitamin E dalam bentuk gel sudah tersedia di apotek terdekat.

12.       Asap Rokok dan Polusi Udara
Radikal bebas penyebab vitiligo terkandung dalam asap rokok. Karena benda berbahaya tersebut mengandung senyawa kimia beracun yang tidak bisa ditawar lagi dampaknya.

Racun yang terdapat dalam rokok adalah tar, nikotin, karbon monoksida, methanol, vinyl chloride dan lain sebagainya.

Perokok pasif dan aktif sekalipun berpotensi menjai penyebab vitiligo ini, namun bagi anda perokok pasif wajib berhati-hati. Karena risikonya lebih besar dari perokok aktif.

13.       Efek Samping Krim Pemutih
Krim pemutih mengandung banyak senyawa yang dapat mengurangi jumlah melanin dalam kulit. Seperti berikut:
a.   Hidrokinon
Hidrokinon biasanya digunakan untuk memutihkan rambut. Juga untuk menghambat produksi melanin dan mencegah kulit menjadi gelap. Komponennya memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang kuat.
b.   Merkuri
Krim pemutih yang mengandung merkuri sangat berbahaya jika digunakan. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan saraf dan ginjal. Jika digunakan pada ibu hamil akan berdampak pada perkembangan janin.

14.       Menunda-nunda untuk Hidup Sehat
Dalam hidup sehat tidak boleh ada prinsip menunda-nunda. Mau berolahraga nanti dulu, mau makan sayur besok saja, mau makan buah kapan-kapan saja, mau tidur di awal malam beralasan belum mengantuk dan sebagainya.

 Alasan inilah yang membuat badan tidak sehat sehingga penyakit juga rentan masuk ke dalam tubuh. 

Pola hidup sehat dimulai dan diniati dari diri sendiri, selebihnya hanya sebatas peringatan kecil dari orang lain.

Apabila penyakit vitiligo sudah menyerang, maka solusi terakhir adalah mengerti cara mengobati vitiligo yakni dengan terapi ultraviolet, mikropigmentasi, depigmentasi, blister grafting, dan lain sebagainya.



1.   Ekor Kucing
Caranya :
a.   Cuci segenggam daun segar ekor kucing dan kencur seukuran 1/2 ibu jari sampai bersih.
b.   Giling sampai halus.
c.   Balurkan pada bagian tubuh yang berbercak putih, lalu balut.
d.   Lakukan pengobatan ini setiap hari.

2.   Krokot Hijau
Sediakan 60 gram krokot hijau segar dan cuka beras putih secukupnya
Caranya :
a.   Cuci bersih krokot, lalu buat jus atau haluskan
b.   Tambahkan cuka beras putih, aduk rata
c.   Oleskan pada bagian kulit yang terkena vitiligo
d.   Lakukan 2-3 kali sehari

3.   Jahe
Caranya :
a.   Ambil 30 gr jahe
b.   Cuci bersih lalu dijus atau diparut
c.   Balurkan jus pada kulit yang menderita vitiligo tersebut.


Caranya :
a.     Ambil sekitar 250 ml minyak mustard organik dalam mangkuk dan campurkan dengan 5 sendok teh bubuk kunyit.
b.    Pastikan bahwa campuran ini dicampur dengan benar.
c.     Oleskan campuran ini ke daerah-daerah kulit yang bermasalah, selama 15 sampai 20 menit. Lalu bilas setelah 20 menit dan tepuk – tepuk bila sudah kering.
d.    Ulangi tips ini setidaknya dua kali sehari, 15 sampai 20 hari untuk melihat perubahan berkurangnya bercak putih pada area kulit yang terkena vitiligo.

5.   Daun Kemangi
Caranya :
a.     Tambahkan 1 atau 2 sendok teh daun kemangi, ekstrak jus lemon lalu aduk rata.
b.    Oleskan campuran ini pada area yang terkena vitiligo dan diamkan selama 15 menit.
c.     Cuci dengan air hangat dan keringkan. Ulangi setiap hari selama 5 sampai 6 bulan untuk melihat kembali pigmentasi kulit.

6.   Campuran Tanah Liat Merah dan Jahe
Caranya :
a.   Tambahkan jus jahe segar dalam campuran tanah liat merah atau tanah liat merah bubuk.
b.   Campurkan, kemudian oleskan pada daerah kulit yang terkena vitiligo.
c.   Ulangi proses ini 4 sampai 5 bulan untuk melihat pengurangan bercak putih.

7.   Kenari
Caranya :
a.   Hancurkan kenari dalam blender untuk menghasilkan bubuk kenari yang kasar.
b.   Ambil 2 sendok teh bubuk kenari kasar dan campurkan dengan sedikit air.
c.   Campur hingga menjadi campuran kenari yang kental dan oleskan pada kulit yang terkena vitiligo 3 – 4 kali sehari.
d.   Biarkan hingga bereaksi dengan kulit selama 15 sampai 20 menit dan kemudian bilas
e.   Ulangi proses ini selama sekitar dua bulan atau lebih untuk melihat sedikit penurunan bercak putih pada kulit.


8.   Lada Hitam
Caranya :
a.   Lada hitam ditambahkan pada minyak ayurdevic.
b.   Oleskan pada kulit yang mengalami vitiligo.



1.   Tidak Menghuni Rumah yang Baru Didekorasi
Berada pada lingkungan yang tercemar bukan hanya berbahaya bagi organ dalam kita, tapi juga sangat mengancam kesehatan kulit.

Lingkungan yang tak sehat adalah lingkungan yang sudah tercemar oleh paparan bahan kimia yang berasal dari industri, logam berat, dan pelapis cat.

Bahkan ketika kita pindah ke rumah baru yang juga baru dihias dan didekorasi, kita sebaiknya tak langsung menghuni rumah tersebut karena rumah tersebut perlu untuk diventilasi selama kurang lebih 3 bulan sebelum akhirnya bisa ditinggali.

2.   Tidak Berolahraga Lari di Tempat Penuh Asap
Hati-hati dan waspada sebelum melakukan olahraga, terutama berlari; carilah tempat yang benar-benar bersih lingkungannya dan tidak akan berbahaya bagi pernapasan maupun kulit kita.

Segala tempat yang memang dikenal berasap dan berpolusi sebaiknya tidak dipilih untuk menjadi tempat berolahraga.

Kelihatannya memang hal sepele, tapi saat hal seperti ini diabaikan, jangan heran bila kulit kita mudah teriritasi, begitu pun pernapasan kita hanya karena berolahraga di tempat yang kurang tepat.

3.   Memilih Makanan yang Sehat
Segala bahan makanan yang hendak diolah perlu untuk dicuci dulu sampai bersih, terutama ketika kita hendak mengonsumsi buah dan sayur.

Buah serta sayuran apapun wajib dibersihkan dengan air bersih sampai berulang kali.

Kalau tidak terburu-buru, setelah mencucinya, sayur dan buah masih harus direndam pada sebuah baskom berisi air bersih kurang lebih 30 menit sehingga residu berbahaya yang kiranya tertinggal, seperti pestisida buah bisa dihilangkan secara tuntas.

Popcorn adalah salah satu jenis makanan yang kemungkinan besar telah tercemar akan kontainer timah di mana otomatis pencemaran garam logam berat.

Sebaiknya pilih makanan yang pasti sehat, bahkan untuk sayur dan buah yang sudah pasti sehat pun masih harus melalui proses mencuci yang seksama supaya tubuh dan kulit kita tak terkena zat-zat berbahaya tertentu penyebab vitiligo atau kekurangan melanin.

4.   Diet Sehat dan Seimbang
Melakukan diet bergizi yang seimbang juga akan mampu memberikan manfaat bagi kesehatan kulit kita.

Kebiasaan makan yang baik bisa mencegah sekaligus mengatasi vitiligo karena seperti yang kita tahu ada banyak sekali pilihan makanan di luar tapi kita tidak pernah tahu mana yang benar-benar aman bagi tubuh kita.

Menyeleksi dan mengonsumsi makanan yang sudah pasti bergizi dan sehat dengan asupan harian setiap nutrisi yang dipenuhi akan membantu fungsi fisiologis tubuh kita bekerja dengan baik.

Makanan dengan kandungan mineral dan tirosin pun harus dikonsumsi secara tepat, seperti halnya daging sapi, kacang-kacangan, biji-bijian, kerang, kismis, sayuran segar, telur unggas.

Tak hanya vitiligo saja yang akan menyerang ketika pola makan normal kita terganggu pada jangka waktu yang panjang. Gangguan pencernaan serta anoreksia juga bisa terjadi pada kita.

5.   Perlindungan Kulit Maksimal
Dalam mencegah terserang vitiligo, kulit tentu harus mendapat perlindungan secara ekstra dan maksimal karena memang vitiligo sendiri tidak bisa disembuhkan, tapi perkembangan vitiligo bakal dapat diperlambat dan penampilan kulit penderita pun masih memungkinkan untuk diperbaiki.

Karena sinar ultravioletlah yang menjadi pemicu dari munculnya perubahan warna kulit, maka memakai tabir surya adalah salah satu solusi terbaik untuk memberikan proteksi kulit.

Tabir surya ber-SPF 30 dan lebih direkomendasikan supaya matahari tak gampang membakar kulit kita dan mencegah kulit dari kerusakan.

6.   Memanfaatkan Krim Kamuflase Kulit
Jika vitiligo telah menyerang, tentu masih ada cara untuk mencegahnya melebar atau meluas, yaitu dengan memanfaatkan krim kamuflase kulit di mana krim ini termasuk waterproof.

Krim ini bakal sangat bermanfaat bagi yang terganggu akan vitiligo dan selain membuat perkembangannya melambat, krim ini jelas akan membantu bercak-bercak vitiligo tersamarkan dengan baik. 

Tanning lotion juga sangat berguna untuk menaikkan kembali rasa percaya diri kita yang sempat turun akibat kulit belang.